Shalat Dzuhur Berjamaah di SMAN 5 Bukittinggi, Tanamkan Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan

Shalat pada hakikatnya merupakan sarana terbaik untuk mendidik jiwa sekaligus sebagai penyucian akhlak. Bagi pelakunya sendiri, shalat merupakan tali penguat yang dapat mengendalikan diri. Ia adalah pelipur lara dan pengaman dari rasa takut dan cemas juga memperkuat kelemahan seta senjata bagi yang merasa terasing.
Shalat itu membersihkan jiwa dan menyucikan dari sifat-sifat buruk khusunya sifat-sifat yang dapat mengalahkan cara hidup materialistis, seperti menjadikan dunia itu lebih penting dari pada segala-galanya, mengomersialkan ilmu dan mencampakan rohaninya.

Atas dasar itu, keluarga besar SMAN 5 Bukittinggi masih mempertahankan programnya yaitu membiasakan anak didiknya, guru dan karyawannya untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah yang dilaksankan diarea lapangan sekolah. Hal ini sangat diapresiasi dan didukung penuh oleh Bapak Ahda, S.Pd selaku kepala sekolah.

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak lama. Hal itu dimaksudkan supaya peserta didik memiliki kesempatan untuk melaksanakan shalat, Karena pondasi awal beragama yakni sholatnya, sehingga kita ajarkan siswa untuk melakukan sholat dzuhur berjamaah” ungkap bapak Ahda
“Dan pada intinya program ini dilaksanakan sebagai pembiasaan siswa dalam meningkatkan jiwa spiritualnya, yang mana jika dilakukan terus-menerus akan menjadikan kebiasaan yang baik bagi siswa”, imbuhnya.

Sementara Wakil Kepala Sekolah SMAN 5 Bukitinggi; bapak Hamdan, MA yang juga sebagai guru Agama, mengungkapkan bahwa dalam upaya menumbuhkan karakter siswa terutama dalam bidang agama perlu dilakukan sajak dini, baik di rumah maupun sekolah.

Pembiasaan shalat dzuhur ini bertujuan supaya siswa terbiasa dan disiplin dalam mengerjakan shalat, terutama bagi siswa yang rumahnya berada jauh dari sekolah. Jadi dimungkinkan mereka akan kehabisan waktu di jalan. “Maka dari itu lebih bijak jika kita melaksanakannya di sekolah bersama-sama dengan para guru, meski saat ini kondisinya dikerjakan dilapangan karena keterbatasan ruangan”, ungkap Hamdan.

Lebih lanjut dikatakan, selain kegiatan Shalat Dzuhur berjamaah, kami juga memiliki program keagamaan lainnya, seperti KulTum, berdoa bersama dan lain sebagainya yang difokuskan setiap hari Jum’at pagi.

“Semoga dengan menanamkan kedisiplinan waktu shalat kepada siswa, bisa memupuk rasa solidaritas, rasa kesitakawanan dan tumbuh rasa kepedulian pada diri mereka”, pungkas bapak Hamdan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar