Sejarah

Sejarah SMA Negeri 5 Bukittinggi

Pada Tahun Pelajaran 2002/2003 terjadi peledakan pendaftar siswa SMP yang akan masuk ke SMA di Kota Bukittinggi terutama calon dalam rayon, sehingga tidak tertampung oleh SMA Negeri yang ada (SMA 1,2,3,dan 4).

Mengingat kondisi tanah yang ada di SMA Negeri 1,2,3 dan 4 sudah sempit tidak mungkin dikembangkan lagi untuk membuat ruang kelas baru, maka Pemko Bukittinggi bersama Kepala Dinas Pendidikan serta semua anggota DPRD Kota Bukittinggi sepakat menambah satu SMA baru yaitu SMA Negeri 5 Bukittinggi.

Awal Tahun Pelajaran 2002/2003 dilakukan penerimaan siswa baru untuk SMA Negeri 5 Bukittinggi yang diserahkan pada SMA Negeri 1 Bukittinggi yang berjumlah 4 kelas, dengan memakai ruang belajar, pempinan serta tenaga guru dari SMA Negeri 1 Bukittinggi.

Pada Tahun Pelajaran 2003/2004 SMA Negeri 5 Bukittinggi menerima siswa kelas 1 (satu) sebanyak 5 kelas, sehingga KBM tidak bias lagi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bukittinggi karena keterbatasan ruang belajar. Akhirnya SMA Negeri 5 Bukittinggi melaksanakan KBM dengan memakai Gedung SD 10 Sapiran yang terletak di komplek Kodim Bukittinggi, sampai 2004.

Pada oktober 2003 dilaksanakan pembangunan gedung baru SMA Negeri 5 Bukittinggi di Kelurahan Koto Selayan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan diresmikan tanggal 24 Juli 2004 oleh Walikota Bukittinggi dan dihadiri oleh Gubernur Sumbar.

Pada Tahun Pelajaran 2004/2005 resmilah SMA Negeri 5 Bukittinggi memakai gedung barunya dalam melaksanakan KBM dengan jumlah rombongan belajar 17 kelas.

Sampai sekarang Tahun Pelajaran 2017/2018 Jumlah rombongan belajar telah menjadi 34 dan gedungnya semakin megah yang insya Allah menghasilkan generasi penerus bangsa yang maju dan berkualitas

Skip to toolbar